Beranda > By Me > Kunci Sukses

Kunci Sukses

kemaren guwe sempet ngedenger acara radio, lumayan juga cerita yg guwe denger. guwe sih lupa judul awalnya apa, tapi guwe simpulin ajah dagh kalo ini adalah konci sukses. sukses buat apaan yah?

The Key

The Key

1. Kreatif

2. Nalar

3. CaLisTung (Baca, Tulis, Hitung)

konon katanya ketiga hal di atas akan menentukan sukses atau tidaknya seseorang. setidaknya di dunia kerja. 

kreatifitas paling banyak diperlukan oleh perusahaan / organisasi untuk berkembang. bagaimana caranya agar cara-cara lama / sama tidak menjemukan. bagaimana penemuan baru dilakukan sehingga “BEDA” menjadi suatu ciri khas tersendiri.

nalar merupakan sifat manusia yang jarang sekali dipergunakan di dunia kerja. penalaran atau proses berpikir juga menentukan kedepannya bagaimana perusahaan / organisasi dapat keluar dari berbagai permasalahan yang terjadi.

CaLisTung merupakan kemampuan manusia yang paling sering digunakan oleh pekerja yang hanya mengikuti sistem yang sudah ada. keadaan nyaman mungkin menyebabkan mereka merasa enggan untuk menyalurkan kreatifitas dan pemikiran nalar yang mereka miliki. padahal kemampuan mengingat jangka pendek yang merupakan level lanjutan dari CaLisTung itu hanya di gunakan untuk beberapa saat, dan hanya bagian kecil dari sesuatu yang besar. 

pernah kah anda mendengar ada orang yang mendapatkan promosi karena kemampuan CaLisTung-nya. sangat jarang bukan.

bagaimanakah ini semua bermula?

semua bermula dari usia anak-anak. seorang anak kecil itu memiliki kemampuan pemahaman yang lebih baik pada objek 3 dimensi sampai kelas 3 SD. sebaiknya pada kelas 4 SD lah seorang anak kecil mulai di ajari hal-hal yang sifatnya 2 dimensi. anak kecil itu justru seharusnya di biarkan bermain sebanyak-banyaknya ketika usianya masih dini. sehingga kreatifitas dan nalar si anak bisa lebih berkembang. kenakalan ataupun efek samping lainnya hanyalah iring-iringan dari proses pemgembangan kreatifitas dan nalar yang dimiliki anak.

misal, bila di tanyakan kepada anak usia 5-6 SD. “apakah yang terjadi pada delapan belas dua lima (1825) sampai dengan delapan belas tiga puluh (1830)?” akan ada yang menjawab “Perang Diponegoro”

bilamana ditanyakan kepada anak kecil, akan ada jawaban yang lumayan cukup membuat hati kita tersenyum “itu khan jamnya sholat magrib”

nah, APAKAH ANAK KITA SUDAH BERKEMBANG SESUAI DENGAN KEINGINAN KITA???

  1. Oktober 8, 2008 pukul 9:52 pm | #1

    PERTAMAX !

  2. Oktober 8, 2008 pukul 9:54 pm | #2

    Saya belum punya anak :”>

  3. Oktober 8, 2008 pukul 10:22 pm | #3

    Ha…ha… :-)
    Ternyata anak semua sama, polos dan pebelajar yang baik u/ feedback diri kita sebagai orang tua.

    Alhamdulillah, anakku TK A enjoy aja dgn belajarnya.

  4. pilabeanku
    Oktober 9, 2008 pukul 12:59 am | #4

    ok dehhh sukses buat semuanya,,,,salam

  5. Oktober 9, 2008 pukul 7:19 am | #5

    blum punya juga… :wink:

  6. wyd
    Oktober 9, 2008 pukul 10:20 am | #6

    di mata saya sebagai pendidik, ga pernah tuh ada anak yang nakal. misalnya nih, mayoritas guru di sekolah kami bilang murid X bandel banget, suka ga merhatiin pelajaran, ga konsen, suka ribut dll… eh kok di kelas saya murid itu malah selalu duduk paling depan, aktif, dan prestasinya di atas rata2. makanya saya selalu bilang: ga ada anak yang nakal.

    kadang orang dewasa yang ga mampu melihat kreativitas anak muda dan menganggap kreativitas mereka sebagai sebuah kenakalan. padahal seperti yang tulisan di atas katakan, kreativitas penting banget di dunia orang dewasa (dunia kerja) dan itu harus dibentuk dari kecil.

    @nyurian: karena saya udah tahu isi -1 dan -2 maka saya bilang itu hanya susunan dan bukan buat dimainkan… mana yang lebih cepat diselesaikan 131313 atau 666 (keduanya angka ‘keberuntungan’ kan hehehehe)

  7. Oktober 9, 2008 pukul 10:30 am | #7

    bukan jaminan..
    Allah adalah kunci utama..
    hehehehehe…..
    Wanita adalah kunci ke 2..hahahahhaha
    just kidding

    salam
    Mencari Ketenangan

  8. Oktober 9, 2008 pukul 10:31 am | #8

    satu…

  9. Oktober 9, 2008 pukul 10:31 am | #9

    dua…

  10. Oktober 9, 2008 pukul 10:32 am | #10

    tiga. hm…

  11. Oktober 9, 2008 pukul 10:54 am | #11

    Kasihan anak-anak sekarang. masih kecil sudah dijejali pelajaran tambahan, orangtuanya berpikir supaya pintar. saya kurang setuju dengan pembentukan anak seperti ini. mereka mungkin pintar, tapi hanya sebatas yang no.3. kreativitas dan nalar berpikir kurang berkembang, hanya dijejali ‘cara cepat’ tanpa bisa mengembangkan ‘jembatan keledai’-nya sendiri.

  12. Oktober 9, 2008 pukul 11:20 am | #12

    belum punya anak..
    but, success = lucky + destiny
    kyahahahahaha

  13. Oktober 9, 2008 pukul 1:47 pm | #13

    perang apa apa yg paling singkat? perang dipenogoro, cuma 5 menit, 18.25 sampai 18.30…ahahaha

  14. Oktober 9, 2008 pukul 2:46 pm | #14

    anak kita???
    kapan kita nikah om??
    yang hamil om nyurian apa ane???
    wakakakak

  15. Oktober 9, 2008 pukul 4:41 pm | #15

    ooooooooooooooo

  16. Oktober 9, 2008 pukul 9:44 pm | #16

    semoga anakku nanti bisa pinter seperti aku..gak cuma narsis aja..halahhh!!!i

  17. Oktober 9, 2008 pukul 10:46 pm | #17

    semoga sukses

  18. Oktober 10, 2008 pukul 2:13 pm | #18

    saya belum menemukan sebuah kunci untuk menuju kesuksesan……

  19. BAE
    Desember 14, 2008 pukul 3:01 pm | #19

    Siip !!

  1. Belum ada trackback.