RSS

Kerbau Manja

25 Jun

Entah dalam dongeng Yunani, entah dalam dongeng Romawi, bahkan mungkin juga dalam dongeng betawi, lupa yang mana, ada seorang pemuda yang sangat kuat. Namanya aku lupa, sebut saja Joni. Ia sangat terkenal karena mampu mengangkat seekor kerbau dewasa dengan mudah.

Dulu Joni hanyalah seorang petani sederhana dan miskin, memiliki seekor kerbau manja. Kerbau ini tidak akan mau pergi ke sawah untuk membajak kalau tidak digendong kesana. Jadi, setiap kali akan membajak, Joni menggendong kerbaunya ke sawah. Hewan ini benar-benar tidak akan mau pergi kemanapun kecuali digendong.

Pada suatu hari seorang pendatang melihat pemandangan ganjil ini. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya yang botak. Ia melihat sebuah peluang untuk mendapat uang banyak. Bagaimana kalau membawa pemuda ini dan kerbaunya ke kota, mempertontonkan sebuah tontonan unik, kerbau menunggang manusia.

Jadilah Joni bersama dengan manajernya berkelana keliling Yunani dan Romawi. Berkelana dari desa ke desa, kota ke kota, desa ke kota, dan kota ke desa, seperti sebuah sirkus. Jika sirkus biasanya mempertontonkan hewan melakukan hal-hal luar biasa, maka sirkus Joni hanya mempertontonkan bagaimana kerbau menunggang manusia.

Joni dan kerbaunya menjadi terkenal. Setiap kali sirkus Kerbau menunggang Manusia ini tiba di sebuah kota atau desa, orang berbondong-bondong melihatnya. Mereka bertanya-tanya darimana Joni mendapatkan kekuatannya. Tidak ada yang tahu, orang hanya bisa menduga-duga. Ada yang berkata Joni anak dewa, seperti Hercules yang mendapatkan kekuatannya karena ia putra Zeus, dewa tertinggi. Lalu ada juga yang berkata ia keturunan Obelix — dalam cerita Petualangan Asterix, Obelix waktu masih orok terjatuh ke dalam ramuan jamu super kuat.

Joni tidak pernah menceritakan sumber kekuatannya. Ia tahu makin itu menjadi rahasia, makin banyak orang datang dan mengaguminya. Tetapi akhirnya ia bertekuk lutut di hadapan seorang gadis bernama Meli. Meli berkata Joni harus membuktikan cintanya dengan menceritakan rahasia kekuatannya.

Sebulan setelah menikah, Meli diundang dalam sebuah acara talk-show di gunung Olympus. Ia tidak bisa menahan godaan untuk tidak menceritakan rahasia kekuatan suaminya.

Seluruh wilayah Yunani dan Romawi akhirnya mengetahui rahasia itu. Mereka kecewa karena rahasia itu ternyata sangat sederhana. Joni bukan titisan dewa, juga bukan cucu pria gendut doyan babi panggang yang pernah terjatuh ke dalam ramuan khasiatnya Panaromix. Joni hanyalah seorang miskin yang sejak kecil hidup bersama dengan kerbaunya.

Seperti seorang anak memperlakukan anjingnya, demikianlah Joni memperlakukan anak kerbaunya. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun berlalu, keduanya tumbuh bersama. Setiap hari Joni bermain dan menggendong kerbaunya. Karena ini dilakukan setiap hari selama keduanya sama-sama bertumbuh, tanpa sadar ia tetap mampu menggendong kerbaunya ketika anak kerbau ini berubah menjadi kerbau dewasa.

moral cerita:

1. kalo emang jatuh cinta sama kekasih mu, jangan sampe merubah dirimu hanya untuk menyenangkan kekasihmu (sapa suruh ngasi tau rahasia)
2. namanya rahasia, semakin misterius semakin menjual dan semakin mahal. it’s all in you mind. ga usah berusaha menjadi yg paling gimana gituh lah. kalo emang terbiasa begonoh, silahkan ajah begonoh
3. alih bisa karena biasa. kalo emang terbiasa kuat, maka akan tetep kuat kalo kebiasaan ga berubah. cuman kalo emang dasarnya malees, ngapain ngarep jadi rajin secara tiba-tiba. mulai dari null lagi kalee dull…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 25, 2008 in internet

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: