RSS

Pilihan Hidup

20 Jul

waktu sholat jumat kemaren setelah ngeliat pameran mobil di JCC, yg bayar Rp. 35rb (untung di bayarin bokap). ada cerita yang selalu teringat di kepala guwe yang menurut guwe musti diketahui juga oleh banyak orang. here goes the story.

Pada sebuah desa, terdapatlah Kerbau, Anak Kecil, Petani, dan Insinyur Petanian.

Kerbau, apabila melihat kubangan akan senang sekali dan memutuskan bermain kubangan yang disenanginya itu. bermain kubangan itu dilakukan lumayan lama, sampai akhirnya ketika mulai gelap maka pemiliknya akan menarik kerbau dari kubangan untuk dimandikan di sungai dan dibawa pulang. namanya juga binatang, maka akan senang bermain akan hal-hal yang menurut akal terbatasnya sampai batas waktu yang tidak tentu.

Anak Kecil, ketika sedang berada di sungai akan bermain di daerah sungai. mulai dari memanjat pohon di dekat sungai, loncat dari pohon ke sungai, bermain cipratan air bila ada teman sebayanya juga di sana, dan segala hal lainnya akan bermain air di sungai yang bersangkutan. namanya juga anak kecil, walopun memang manusia akan tetapi usianya masih dalam usia yang senantiasa bermain. akal pikirannya belum terlalu berkembang. sebagian besar pikirannya adalah bermain, yang memang anak kecil itu sebaiknya memperbanyak bermain untuk membuka kreatifitas pola pikirnya menurut beberapa ahli anak-anak.

Petani, hampir setiap hari para petani pergi ke sawah / ladang. mengerjakan hal-hal yang memang dikerjakan disana. pergi dari rumah dari sebelum matahari terbit dan pulang ketika hari mulai menjelang gelap. Petani merupakan sebuah contoh manusia dewasa yang telah memiliki akal pikiran yang telah matang. mereka telah memikirkan banyak hal-hal dewasa yang emang semestinya di miliki orang orang-orang pada usia tersebut. sudah memikirkan akan keluarganya, memberi nafkah kepada seluruh keluarga selain dirinya, memikirkan apa-apa yang memang diperlukan keluarga dan sawah / ladang.

Insinyur Pertanian, kegiatan insinyur pertanian pada dasarnya adalah selain berhubungan dengan per-sawah/ladang-an. mereka juga memikirkan bagaimana caranya memikirkan mengembangkan potensi pertanian yang memang memungkinkna untuk digali pada desa tersebut. banyak sekali aspek yang dilihat selain kepentingan perorangan insinyur itu.

Dari cerita di atas guwe ngambil kesimpulan. bahwa manusia memiliki 3 pilihan hidup.
Pilihan menjadi anak-anak yang memang perilakunya adalah hanya bermain-main dan memang memikirkan hanya dirinya sendiri.
Pilihan menjadi pria dewasa yang selain memikirkan dirinya sendiri juga memikirkan keluarganya.
Pilihan menjadi “Insinyur” yang jarang sekali memikirkan tentang dirinya sendiri, tapi lebih sering memikirkan orang banyak dan bagaimana caranya mengembangkan potensi yang memungkinkan pada lingkungan sekitar yang memang tujuannnya adalah untuk kepentingan hidup orang banyak.

Adalagi sebuah pilihan yang mungkn banyak orang memilih pilihan ini tapi tidak pernah mengakuinya. yaitu memilih menjadi “binatang”. seperti apa pilihan binatang ini, tanyakanlah pada dirimu sendiri.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2008 in By Me

 

Tag: , , , ,

One response to “Pilihan Hidup

  1. alberto

    Juni 29, 2012 at 3:42 am

    bagus sekali.. saya kagum..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: