RSS

Palmerah – Pondok Gede = 4,5 jam

26 Jul

awalnya aku kira aku hanya bercanda dengan sesumbar mengatakan bahwa “guwe mao jalan ah ke rumah”. aku mengenakan topi yang kekecilan yang kalo dilihat akan seperti idiot berambut panjang, kaos oblong yang sudah mulai lusuh dan basah dengan keringat kecil karena sudah dipakai seharian, celana bahan, kaus kaki dewasa, dengan sendal hotel yang sepertinya tidak layak untuk digunakan berjalan kaki jauh, ditambah tas lumayan berat yang ternyata menyerupai backpack. Pada saat itu ChronoMaster ku menunjukkan waktu 3.30am. sebenarnya aku berniat naik Express dengan menunggu dijalanan. namun, entah kenapa kakiku melangkah saja sesuai dengan perutku mengarah kemana. hampir setiap ojek (orang yg duduk di atas motor dengan mata nanar mencari mangsa di gelapnya langit) mengatakan “ojek mas” dengan maksud menawarkan jasa mengantar aku entah kemanapun tujuan ku. sepanjang jalan banyak sekali orang yang berjualan sayur. maklumlah, namanya juga pasar. Pada saat ChronoMaseter ku menunjukkan waktu 4.00am, aku tiba di slipi bawah (JDC). dari slipi bawah, aku sudah berpikir untuk masuk ke P6 untuk memudahkan pulang supaya tidak jalan. namun, aku tetap saja berjalan tanpa menghiraukan P6 yang sedang menunggu calon penumpang lainnya. ketika melewati BPK, aku hendak melihat ChronoMaster untuk melihat waktu yang muncul. tapi, aku urungkan niatku. aku malah melepas ChoronoMaster dengan maksud tidak mau melihat waktu dulu untuk sementara waktu.badanku mulai terasa berkeringat ketika melewati Pelangi. mungkin karena tanjakan lumayan terasa energi sisa yang masih ada digunakan untuk tetap berjalan. selama perjalanan aku terus menatap jalanan saja. setapak demi setapak. dikepalaku berputar berbagai macam pikiran yang aku sendiri tidak tahu merangkainya. melewati pombensin bright 24, aku melihat ke kanan ada bangunan yang pada lantai teratasnya ada BLITZ, kalau tidak salah bangunan itu disebut Gedung Jamsostek. sesaat aku teringat dengan perkataan ku terdahulu mengenai “XiniX bakal punya kantor disini niy”. tidak berapa lama setelah melewati daerah itu, air mata mulai membasahi mataku. aku sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu. semakin lama semakin terisak-isak saja perasaan ku. ketika tiba di perempatan kuningan, aku bingung hendak lewat fly over atau lewat bawahnya saja. namun akal sehatku memilih untuk berjalan pada jalanan yang tidak menanjak. ketika tiba di perempatan pancoran pun aku memilih jalan yang tidak menanjak. sampai melewati rumahsakit tebet pun aku masih menitikkan air mata, terisak, sesungukan. dan aku membiarkan perasaanku ini berkembang dengan kreatif yang entah bermuara kemana. pipiku basah, seluruh tubuhku kuyub dengan keringat yang aromanya mungkin sudah bisa mengusir beberapa orang yang anti bau. namun aku tetap berjalan sesuai dengan arah perutku mengarah. ketika hampir melewati UKI, aku berpikir untuk jalan pulang yang hendak aku pilih. apakah lewat Kalimalang? Halim, atau KramatJati. dikarenakan aku tidak mau melewati daerah sepi, maka aku memilih melewati pasar tradisional yang ramai akan hingar bingar kegiatan jual beli. untung saja ketika mulai mendekati pasar itu air mataku tidak terlalu banyak yang mengalir. tapi, keringat kuyubku pasti terlihat sekali mengalir deras ditubuhku ini. ketika mendekati daerah Garuda, aku menatap langit sudah mulai memutih. terbitnya terang mulai membuat ku berpikir kembali “aduh, mau jalan terus niy, khan di garuda ada KR.” namun, aku urungkan niat itu, karena selain tidak mau terkungkung di dalam kotak, aroma ku tidak mungkin bisa di tolerir oleh penumpang lainnya. akhirnya aku memilih tetap berjalan walaupun jalanan sudah terang dengan matahari yang telah bangun dari peradauannya. aku belok kiri untuk melewati Pasar Pondok Gede saja untuk memuaskan diriku melihat keramaian pasar lagi. walaupon ketika melewati pasar ternyata sudah sepi karena hari sudah terang sekali. ketika diriku melewati Warnet Premiere di daerah kandang ayam, jalanku sempat terhenti sejenak. aku berkeinginan menyenangkan diriku dengan bermain DOTA yang memang merupakan salah satu wahana menyenangkan hatiku dikala perasaan galau menghinggapiku. namun karena keringat basah kuyub yang memang banyak sekali dan takut menimbulkan perasaan tidak nyaman kepada pengguna warnet lainnya, akhirnya aku urungkan niatku. ketika akhirnya aki tiba di depan komplek ku, masih ada aja ojek yang menawarkan jasanya kepadaku. aku hanya tersenyum memaksa dengan bergumam dalam hati “naek ojeknya dari tadi kalee yeeee”. satpam komplek ku pun melihat diriku bertanya dengan keheranan “busyet man, abis nanjak luh. keringetan amat…” aku hanya tertawa. ketika tiba dirumah ChronoMaster ku menunjukkan jarum pendeknya melewati angka 7 sedikit, dengan jarum panjangnya berada di daerah angka 6an. aku lelah bersedih sepanjang jalan. aku ingin mandi, aku ingin tidur, aku ingin istirahat, aku ingin beribadah. aku kangen pada ALLAH SWT.

subhanallah walhamdulillah walaailaaha ilallah allahu akbar la haula wala quwatta illa billahil ‘aliyil ‘azim

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2008 in By Me

 

Tag: , , , ,

18 responses to “Palmerah – Pondok Gede = 4,5 jam

  1. bepbep

    Juli 27, 2008 at 12:36 am

    beep…

    gw bisa merasakan apa yang loe rasakan..

    “As long as we still keep our exciting goal in mind, we should not stop half way. In reality, there is no real success achieved without any failure.”

    luv u beep…

     
  2. reekoheek

    Agustus 1, 2008 at 2:05 pm

    orang rumah teriak2 nyuruh gw settle in anuther companies (non-literally yelling to me but inside of them). I’ll stood over them. gw ga tau lagi mana yang bener…

    mati bukan jawaban… meski masih ada hasrat untuk mati muda di tengah medan perang…

    hidup… juga terasa mentok semua…

    jadi, sekarang gw lagi di persimpangan… dan pilihan harus diambil…

     
  3. andinikusworo

    Agustus 2, 2008 at 12:00 pm

    Re,mb bisa ngrasain bagimana kita hidup ada di titik floating yang terendah,tapi bukankah chart kehidupan akan ada koreksi dimana kurva akan naik bila kita ada tahanan yang banyak yaitu ibadah dan keimanan kita, sabar dan selalu punya komitmen untuk kehidupan kita itu adalah sikap yang harus kita punya, jangan menyerah dengan cita2 Re, hidup itu memang seperti chart hangseng dan nikkei, tapi yang terpenting adalah kamu masih punya sahabat dan seseorang tempat tuk berbagi,jangan menyerah bung!

     
  4. nyurian

    Agustus 2, 2008 at 2:09 pm

    seminggu sudah masa berkabung. sekarang saatnya bangkit kembali. thank you mom, thank you dad. thank you all. saatnya memilih…

     
  5. reekoheek

    Agustus 2, 2008 at 2:46 pm

    horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…..
    jihad fi sabilillah
    allaaaaaaaaaahu akbar…
    iraq i’m cuming…

    lol

    btw… kapan kita kemana re?

     
  6. andinikusworo

    Agustus 2, 2008 at 4:06 pm

    alhamdulillah akhirnya Re bangkit juga dan punya semangat baru lagi………bravo Re,pilihlah jalan terbaik………hanya Re yang tahu.

     
  7. nyurian

    Agustus 3, 2008 at 4:43 am

    ok nesh. ayo kita kemana pas kapan yah…
    OK…

     
  8. Aves

    Agustus 4, 2008 at 3:14 am

    Yoih… Mantap… Ajak ajak dong kalo mau kemana😀

     
  9. reekoheek

    Agustus 7, 2008 at 2:58 pm

    gini re, sebagai yang mulia owner “perjuangan” (seperti juga dirimu) gw ngusulin gimana klu kita merakit bomb yang ga bikin teror. misalnya bomb sex. gitu…
    gimana?

     
  10. nyurian

    Agustus 18, 2008 at 8:17 pm

    hhmmhh…
    guwe ude nonton pilem UNTRACEABLE.
    dan guwe kepengen juga sesuatu kaek killwithme[titik]com, tapi bukan yg berhubungan dengan sesuatu kematian or kenegatifan.
    permasalahnnya, apa niy ide yg POP UP banget lah…

    ps, webnya ada loh. http://www.killwithme.com/
    kalo yg benerannya http://www.killwithus.com/

    nough said…

     
  11. DitzZ

    Agustus 19, 2008 at 2:40 am

    were you literally walked the way down from Palmerah to Bulog??
    wow.

    btw:
    , aku ingin beribadah. aku kangen pada ALLAH SWT.

    subhanallah walhamdulillah walaailaaha ilallah allahu akbar la haula wala quwatta illa billahil ‘aliyil ‘azim

    alhamdulillah…

     
  12. nyurian

    Agustus 19, 2008 at 8:12 am

    hhmmhh…
    sebuah pembuktian tidak akan membawa kemana -mana. percayalah apa yang pengen elow percaya…

     
  13. seseorang

    Oktober 11, 2008 at 4:53 pm

    nyasar kemari lagi dah guweh… wkwkkwkwkw (gaya re)

     
  14. hayukurniasih

    Oktober 12, 2008 at 2:04 pm

    wow…

     
  15. tfeguh

    Oktober 13, 2008 at 8:49 am

    mantabh..trurn berapa kilo rai ?

     
  16. nasser

    Oktober 14, 2008 at 2:32 pm

    lumayan tuh, bakar banyak kalori

     
  17. Toba

    Oktober 19, 2008 at 11:17 pm

    sebagai orang yang banyak bicara dalam frame ‘pematah-mimpi’ malam itu, can’t say much…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: