RSS

Cinta atau Keinginan Bercinta

22 Agu

Salah satu komen di blog ini membuat guwe berpikir akhir-akhir ini. pada thread itu, guwe menumpahkan seluruh perasaan guwe kepada seorang kekasih yang membuat guwe ngerasa nyaman ketika bersama dia. komen temen guwe berbunyi tidak jauh berbeda dengan judul thread ini, tapi lebih ke arah pemisahan antara Cinta dan Keinginan untuk Bercinta.
Hal ini membuat guwe berpikir. sebenarnya apakah yg terjadi ketika guwe bersama kekasih? apakah benar semua yang terasa adalah perasaan sayang, menyayangi, care, peduli, bahkan cinta? ataukah yang terjadi adalah perwujudan kegiatan akan sentuhan kulit kekasih, ciuman, kecupan, belaian, pelukan, gigitan, kelitikan, gerayangan, hembusan nafas.
Ketika elo sedang berada si samping kekasih lw yg hanya berjarak centimeter saja, apakah benar semua perasaan itu? ataukah hanya keinginan menggebu untuk menyalurkan keinginan akan menyentuh sang kekasih?
ada yang mengatakan bahwa cinta* dan seks** adalah satu paket yang akan elo dapatkan ketika elo memiliki seorang kekasih. ada juga yang mengetakan bahwa cinta* adalah perasaan yang menyenangkan untuk di ekspresikan dan di nikmati, sedangkan seks** adalah suatu perwujudan dosa yang akan dinikmati dengan ber-tameng-kan cinta*.
so, sebenernya apa sih yang elo ekpresikan ketika elo berada si samping dia?

PS: tulisan di atas hanya sah untuk kalangan yang belum menikah. kalo udah nikah, SEMUANYA MAH IBADAH KALLEE!!!

*cinta=sebuah perasaan amat sayang akan seseorang atau sesuatu yang mempedulikan yang dicintainya.
**seks=kegiatan bersentuhan 2 insan yang terwujud melalui sentuhan kulit atau niat yang ada di pikiran.

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2008 in By Me

 

Tag: , , , ,

7 responses to “Cinta atau Keinginan Bercinta

  1. Aves

    Agustus 22, 2008 at 1:38 pm

    Udah lah… Nikah nikah… hihihihi

     
  2. reekoheek

    Agustus 22, 2008 at 1:40 pm

    makanya nikah re… lamar ngapa?
    sekarang kamu me-logika cinta, dan semuanya tampak buram
    klu uda nikah, kamu yakin dengan janjimu dihadapan wali dan 2 saksi dan disaksikan ribuan malaikat dengan persaksian Allah AWJ… mana mungkin kamu sangsikan hal itu…
    cintamu adalah cintaNya… dan kalian berdua melebur dalam cintaNya…

     
  3. toba

    Agustus 27, 2008 at 8:06 pm

    sex is a complicated thing, when you think it’s easy, actually it’s not that easy, when you think you knew everything about it, there’s always something new come up from it.

    Buat para penggemar bokep bersiaplah untuk kecewa, because you’re gonna find out those bitches on screen are liars!! The’re f**king faking it!!!

    buat nyurian, gue rasa, hampir semua orang pada tahap ente ini berpikiran demikian. Secara ilmu ‘space planning’, jarak antar manusia dibawah satu meter itu udah masuk ke jarak pribadi, kalo cm berarti udah jarak intim, wajar kalo terjadi ‘sengatan-sengatan’ gak jelas (cobain aja wajah lo berjarak 10 cm dengan wajah cowok, pasti ngerasa aneh dan buru2 pengen mundur).

    Saat-saat pertama sentuhan2 itu terjadi mungkin memang didorong rasa sayang yang membludak dari dalam hati. Tapi lama kelamaan jadi kebutuhan yang mesti dipenuhi, kayak onani lah, awalnya iseng pengen tau, lama2 sibuk cari bahan (wakakakakakaka). Saat itulah (dalam kondisi belum nikah) bentuk hubungan antar insan terdistorsi (kecuali niat awalnya memang body semata hahahaha), dan salah satu pihak mulai merasa bersalah, dan merasa segala sesuatunya berjalan dengan salah. Mulailah orientasi hubungan dipertanyakan ulang. (bayangkan kalimat berikut ini dalam adegan seseorang tereak2 di puncak bukit batu di Rocky Mountain) “Kenapa semuanya jadi begini???!!! UNtuk apa???!!! Apa yang sudah kulakukan ??!!! Kenapa!????!!! OOoooh!!! (ooh nya diulang karena orang itu menikmati suara gema nya)”

    Distorsi itupun terjadi karena ritual ‘seks’ mereka mulai menjadi rutin dan membosankan, jadi sepertinya bukan betul-betul penyadaran diri (kikikikiki). Mungkin seperti ini “Tersalurkan-menyesal, besoknya tersalurkan-menyesal besoknyalagi tersalurkan-menyesal…” Dan biasanya ditambah lagi masalah-masalah lain yang mengelilingi salah seorang player.

    Beruntung sekali Bung Nyurian ini punya pertanyaan seperti ini, berarti masih ada ‘kehidupan’ di dada yang tambun dengan sedikit bulu itu.

    Jalan keluar yang itu adalah pernikahan. Hahahahaha, masukilah dunia perkawinan dan kau bakal lihat sendiri, seks hanyalah satu komponen dari perkawinan. Ada hal lain yang lebih indah disana, seperti, : “di ruang tidur, lampu mati, lo bersandar ke headboard tempat tidur lo sambil maen laptop ato baca buku diterangi lampu tidur, sesekali lo tengok kesamping istri lo lagi tidur dengan damai (mungkin sambil menyandarkan kepalanya ke paha lo). Secuil pemandangan yang menyejukkan hati, sekaligus memacu adrenalin lo untuk membulatkan tekad berjuang ngadepin hidup demi ‘kedamaian’ yang sedang lelap disamping lo.” Ato momen yang paling ditunggu adalah ketika memeluk dia sambil chit-chat ringan, sambil belai kepala dia, bercanda sedikit, ngambek2 manja. Keindahan itu bung Nyurian, keindahan momen-momen itu terkadang lebih ditunggu ketimbang seks.

    Tingkat excitemen kegiatan seks yang paling berbeda antara belum-dan-sudah-menikah adalah: kalo nikah ya santai, gak diburu-buru, sedangkan yang masih ngekos kan kadang ngejar setoran waktu kosan tutup, ato takut ketauan, waktunya terbatas, jadi ketika ada kesempatan, BLASSS aja langsung. Ketika lo blum kawin, semua orang (dalam budayakita) sebisa mungkin menghindarkan kalian dari sekamar berdua, kalo udah nikah, orang akan bertanya2 ketika kalian tidak tidur sekamar.

    Sekian komentar saya, jawabannya sepertinya ada di paragraf2 awal deh. Damn it dude. gue ngabisin waktu setengah jam buat nulis ini, tapi worth it lah. Sorry, gue cerita apa ceramah sih???

     
  4. nana males log in

    September 5, 2008 at 11:51 am

    ohhh..ini toh pak…hahahahahaha

     
  5. galeter

    September 24, 2008 at 12:55 am

    saya mau dateng senyum ajah…😉

    hah.. ?🙄

    salam,

    http://galeter.wordpress.com

     
  6. fahrul

    September 24, 2008 at 8:57 am

    Cinta sifatnya manusiawi dalam arti setiap orang memiliki cinta.

    Kecintaan yang timbul kepada lawan jenis disebabkan macam2, hal itu berbeda-beda. Karena tertarik dengan fisik, sikapnya, atau karena berdua sering ketemu (CinLok).

    Hasrat seperti itu pasti dimiliki oleh siapapun tergantung bagaimana dia bisa menjaga dengan baik apa tidak.
    Hasrat ini juga dipengaruhi oleh pihak ketiga (yang tidak kelihatan) jika kita sedang berdua dengan lawan jenis (baca: pacar).

    Jadi cinta itu tidak kelihatan bentuknya (seperti angin) tapi dapat dirasakan, bisa menyejukkan dan bisa menghancurkan.

    Cinta itu letaknya di hati bukan di anggota badan.

    Cinta datang karena pengorbanan kepada pasangannya – cinta datang karena melihat pasangannya berkorban.

    Cinta sejati yaitu pengorbanan.

    salam,
    Seseorang yang belum menenmukan cinta sejatinya

     
  7. RBP

    September 25, 2008 at 6:31 am

    wajar sih kalau pas deket dengan doi (ketauan angkatannya hehe) jadi kepikiran yang macem2, secara laki-laki normal pasti punya pikiran kayak gitu (walaupun g kurang pengalaman ya, cm prnh lah kejadian sperti itu), cuma ya itu tadi mas rai, (sekarang mas hehe kemarin bang)inget agama kita mas rai, jangan sekali-kali kalian berdekatan bila bukan mukhrimnya, karena kalau berdua yang bukan mukhrim, yang satu lagi adlah SETAN, nah supaya gak ada setan memang harus NIKAH hehe, udah waktunya kali ya..hihi

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: