RSS

Adakah Tradisi Bermaafan Menjelang Ramadhan?

25 Agu

sebelumnya, guwe pengen minta maaph kalo ada yg mendapat pesan ini dari YM CUMACARLO@yahoo.com :
“Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja mahupun yang di sengaja. Semoga Ramadhan kali ini bs kita manfaatkan sebaik2nya”

sekarang guwe bener-bener meminta maaph akan ke khilafan guwe sebagai hamba allah yang hina dimata Allah AWJ. karena ternyata hadits yg guwe kirim ke kamu itu adalah tidak shahih. terimakasih kepada Johan Ahmadz (MTI) dan Avicena Sabrina (BiNus) yang mau menegur saya yang memang berlimpahan dosa.

penjelasannya terdapat pada link ini :

Adakah Tradisi bermaafan menjelang Ramadhan?

Sahihkah hadits bermaafan menjelang Ramadhan? Yang selalu dari Ramadhan ke Ramadhan masalah ini sering sekali ditanyakan? Pernah didapatkan redaksi hadits sebagai berikut

Do’a Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri; * Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. (Tidak diketahui riwayatnya.)

Mari kita cermati salinan berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin”
Ditanyakan kepadanya : “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”
[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]

Disalin dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 27-28, Pustaka Al-Haura.

Yang lebih lengkap lagi disalinkan dari buku Birrul Walidain hal. 44-45 terbitan Darul Qalam
“Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.
Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.
[Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Dengan demikian, hadist diatas tidak ada hubungan dengan keharusan bermaafan sebelum puasa Ramadhan. Meminta maaf dan memaafkan seseorang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak ada tuntunan syari’at harus dikumpulkan dulu dan menunggu sampai menjelang bulan Ramadhan.

Wallohu’alam bishowab.

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2008 in By Me, internet

 

Tag: , , , , ,

11 responses to “Adakah Tradisi Bermaafan Menjelang Ramadhan?

  1. reekoheek

    Agustus 25, 2008 at 6:58 pm

    mantafff…

    sekarang banyak tukang sayur… coba-coba belajar masak.
    critanya mu masak sayur asem yang diambil lobak ginseng… bukannya enak… bukannya jadi obat… eh… malah keracunan semua…

     
  2. Aves

    Agustus 26, 2008 at 12:08 am

    Jika berdasar Hadist Diatas mungkin jadi salah, namun jika berdasar Bahwa bermaafan itu kapan saja, dan dimana saja; Gua minta maaf ya Re, Nes… atas kesalahan2 gua:)

     
    • budi

      Juli 9, 2013 at 10:52 am

      setuju mas, tapi mengapa tidak dari dulu-dulu yaa minta maaf nya? mengapa menjelang puasa baru minta maaf?

       
  3. Endi

    Agustus 26, 2008 at 5:39 am

    Yang gw denger di ceramah sholat jumat minggu kemaren,
    Hal2 apa aja yang perlu diperhatikan dalam memasuki bulan Ramadhan salah satunya adalah meminta maaf kepada orang lain (lupa hadisnya apaan), terus beberapa hari yg lalu denger ceramah dimana gitu dibilang klo Rasulullah “tradisi maaf2an (kaya halal bihalal kita)” itu dilakukan sebelum ramadhan bukan setelahnya, setelah bulan ramadhan Rasul berkata/berdoa yg klo diartiin (mudah2an ga salah) “Semoga Allah menerima ibadah kita”.

    Tulung dikoreksi klo ada yg salah ya…..

    Ya gw juga minta maaf ya…..🙂

     
  4. nyurian

    Agustus 26, 2008 at 10:56 am

    mampus. guwe jadi semakin bingung. entah mana yg bener, entah mana yg ga bener. guwe sendiri masih belon niat meramu sendiri formula akan sesuatu siy…
    cuman kemaren keburu ngirim artikel yg katanya berdasarkan hadis. trus di katakan lagi hadisnya tidak shahih.
    aarrrgghhh… tambah bingung ga tau mao pegangan kemana…
    kembali ke jaman dulu jama jahiliyah lagi aaahhh…

    setujuh, dibagian minta maaf bisa kapan ajah. ga musti ada moment tertentu.
    guwe minta maaph yah dudi, mas ais, bang mama.

    piss.
    huehuehue
    :))

     
  5. aRuL

    Agustus 26, 2008 at 4:46 pm

    terima kasih infona.
    sy juga baru tau ada hal maaf2 memaafkan ketika awal ramadhan ketika sudah di sby😀
    tapi apapun itu, sy tetap memberikan maaf dan memaafkan🙂

     
  6. nun1k04a

    Agustus 27, 2008 at 8:36 am

    Artikel anda :

    http://agama.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/adakah_tradisi_bermaafan_menjelang_ramadhan_

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema . Salam!

     
  7. melasari

    Agustus 28, 2008 at 7:02 am

    wah, good info, re🙂
    gw jg sering nerima hadist itu. populer itu eh..

     
  8. reekoheek

    Agustus 28, 2008 at 7:11 am

    katanya dulu Rasulullah didatengin sahabatnya, Dia bertanya, “Ya Rasulullah siapakah sahabat yang paling mulia?”. Dijawab Beliau, “Si Pulan”.

    Sahabat yang bertanya meminta izin, “Izinkan aku untuk mengikuti si Pulan, untuk tahu apa amalannya.”. Akhirnya si sahabat bersama sahabat sampe 3 hari (red:klu ga salah). Dan tidak ada amalan yang istimewa yang didapati. Siang hari dia tetap makan, malam hari dia tertidur.

    Di hari terakhir sahabat bertanya sama si Fulan, “Hai Fulan, aku heran… Rasulullah bilang anda adalah orang yang mulia tetapi kulihat selama aku bersamamu tak pernah ada amalan istimewa dalam hidupmu”.

    Si Fulan menjawab, (red: disini lupa apa aja, hihihi tapi salah satunya) Aku selalu meminta maaf kepada orang dan memaafkan segala kesalahan orang lain setiap harinya…

    Bos.. bos.. bos.. dan semua orang2 di dunia… saya minta maaf yaaaa😦

     
  9. nyurian

    Agustus 28, 2008 at 6:19 pm

    wakwaw.
    intinya, pengendalian diri.
    masih banya permintaan maaf yang hanya terhenti di tenggorokan kita.
    lidah seakan kelu untuk mengungkapkannya.
    jadi, saya minta maaf juga yah…

     
  10. faisol

    September 15, 2008 at 10:22 am

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
    “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: