RSS

Hati yang Luas

30 Sep

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontaidan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diadukperlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, “ujar Pak tuaitu.”Asin. Asin sekali, “jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu.

Hati yang Luas
Hati yang Luas

Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu. “Coba,ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, “Bagaimana rasanya?”. “Segar,” sahut sang pemuda. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya Beliau lagi. “Tidak,” jawab si anak muda. Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda.

Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Beliau melanjutkan nasehatnya. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran.

Mari Raih Ramadhan dengan seluruh KATA KEMENANGAN….

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada September 30, 2008 in internet

 

Tag: , , , , , , ,

3 responses to “Hati yang Luas

  1. yellowtofu

    September 30, 2008 at 11:31 am

    mari, mari kita raih kemenangan! semuanya ke telaga itu bersama-sama!

     
  2. seseorang

    September 30, 2008 at 2:21 pm

    nice one.
    marilah kita melapangkan dada untuk saling memaafkan kesalahan teman-teman dan lebih lagi, kesalahan diri sendiri untuk dapat berintrospeksi..
    minal aidin wal faidzin, re./

     
  3. draguscn

    Oktober 6, 2008 at 12:06 pm

    paling ngga masih ketigax ..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: