RSS

Terima kasih, Maaf dan Tolong

07 Okt
Menghargai Orang Lain 

 

Menghargai Orang Lain

Kita pastinya sering mendengar dan membaca mengenai ‘Menghargai Orang Lain’, tapi  untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan diperlukan suatu kemauan dan usaha dari dalam diri kita sendiri. Dibawah ini adalah ilustrasi mengenai ‘Penghargaan Terhadap Orang Lain’ oleh seorang pemimpin perusahaan.

Dikisahkan di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang Direktur, diadakan sebuah sesi penyampaian pesan dan kesan atau kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya, yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas maka kesempatan tersebut dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara tulisan yang paling berkesan, nantinya akan dipilih dan dibingkai untuk diabadikan.

Kemudian terpilihlan sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang Office Boy, yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. Dia menulis semuanya dengan huruf kapital. Isinya adalah sebagai berikut :

YANG TERHORMAT 
PAK DIREKTUR,

TERIMA KASIH KARENA BAPAK TELAH MENGUCAPKAN KATA TOLONG SETIAP BAPAK MEMBERIKAN TUGAS YANG SEBENARNYA ADALAH TANGGUNGJAWAB SAYA.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR KARENA BAPAK TELAH MENGUCAPKAN MAAF SAAT BAPAK MENEGUR, MENGINGATKAN DAN BERUSAHA MEMBERITAHU SETIAP KESALAHAN YANG TELAH DIPERBUAT KARENA BAPAK INGIN SAYA MENGUBAHNYA MENJADI LEBIH BAIK.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR KARENA BAPAK SELALU MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SAYA ATAS HAL – HAL KECIL YANG TELAH SAYA KERJAKAN UNTUK BAPAK.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR ATAS SEMUA PENGHARGAAN KEPADA ORANG KECIL SEPERTI SAYA, SEHINGGA SAYA BISA TETAP BEKERJA DENGAN SEBAIK – BAIKNYA DENGAN KEPALA TEGAK TANPA MERASA DIHINAKAN DAN DIKECILKAN. 

DAN SAMPAI KAPANPUN BAPAK ADALAH PAK DIREKTUR BUAT SAYA.

 

TERIMA KASIH SEKALI LAGI, SEMOGA TUHAN MERIDOI JALAN KEMANAPUN BAPAK BERADA.
AMIN

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam – diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang Office Boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. Pak Direktur tak pernah meyangka sama sekali, bahwa segala ucapannya yang sederhana itu ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti Office Boy tersebut. 

Tulisan Office Boy itupun akhirnya terpilih untuk diabadikan. Pemilihan itu disetujui oleh seluruh karyawan perusahaan yang hadir di pesta perpisahan sederhana itu. Dengan dibacakannya tulisan itu, semua juga setuju untuk meneruskan keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur sebagai budaya di perusahaan tersebut.

Tiga kata : Terima kasih, Maaf dan Tolong adalah kata pendek yang sederhana tapi punya dampak positif. Namun mengapa kata itu nampak sangat sulit diucapkan. Sebenarnya secara tidak langsung 3 kata itu telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi jika kata itu diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya. Pemimpin bukanlah sekedar memerintah dan mengawasi, tapi lebih pada sikap memberi keteladanan lewat cara berpikir, ucapan dan tindakan, yang mampu membimbing, membina dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dan mencapai tujuan bersama.

Siapapaun kita tentunya kita perlu membiasakan diri mengucapkan kata – kata pendek seperti Terima kasih, Maaf dan Tolong dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.(hac)

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 7, 2008 in internet

 

Tag: , , , ,

13 responses to “Terima kasih, Maaf dan Tolong

  1. syifaaulia

    Oktober 7, 2008 at 8:05 am

    Pertamax !
    maaf ya pak

     
  2. Odie

    Oktober 7, 2008 at 8:06 am

    Pertamaaaaxxx…
    Bener om, tiga kata yang mewakili kesantunan, dan budaya menghargai…

     
  3. Odie

    Oktober 7, 2008 at 8:07 am

    weleh, gak jadi pertamaxxx….

     
  4. Odie

    Oktober 7, 2008 at 8:07 am

    nanggung nih, sekalian hetrik lahhhh…
    wakakakak

     
  5. Bunda

    Oktober 7, 2008 at 8:51 am

    Terima kasih, Maaf dan Tolong.
    Apalagi jika diucapkan dengan santun,diiringi senyum dan niat yang tulus…
    Sempurna!!

    Terima kasih Rian, atas postingnya yang menyentuh jiwa.
    Maaf, komentarnya agak sok nambahin hehehe…
    Tolong, lain kali posting lagi yg kyk gini yaa..

     
  6. avesenaReza

    Oktober 7, 2008 at 10:07 am

    kalo bahasa gw :
    makasih, sori, dan tolong
    😀

     
  7. bloGEsam

    Oktober 7, 2008 at 10:59 am

    Maaf… aku mo komen disini..
    Tolong… diapprove komennya..
    Terima kasih… cerita yg menarik…
    🙂🙂🙂

     
  8. FaNZ

    Oktober 7, 2008 at 3:36 pm

    Terimakasih tulisannya
    mencerahkan😀

     
  9. kucingkeren

    Oktober 7, 2008 at 6:03 pm

    terimakasih untuk bisa meninggalkan komen di sini. maaf kalau ada kata yang tak berkenan.. tolong bisakah kucing ini mendapat ikan segar… hehehe.. tabik bos..

     
  10. Rindu

    Oktober 7, 2008 at 9:05 pm

    saya membaca kalimat diatas dari buku Mario Teguh … bagus memang🙂

     
  11. Dalila Sadida

    Oktober 8, 2008 at 6:37 am

    thanks

     
  12. wyd

    Oktober 8, 2008 at 5:30 pm

    kok cerita soal pemimpin perusahaan ini mirip2 keseharian saya yah hehehehe🙂

    Saya punya kerjaan buat kamu karena kamu kan cowok… ini kerjaan cowok, soalnya!
    Sumpah mati saya sebenarnya ga mau ambil kerjaan ini, kecuali karena membantu teman.
    Mampir deh ke blog saya dan klik ‘petrokimia’, cari di bagian bawah.

    Ini kerjaan paling mudah (saya kira) untuk ukuran cowok.
    Tapi ga banget buat saya! See u….

     
  13. wyd

    Oktober 8, 2008 at 11:09 pm

    udah dicoba free cell-nya… yang keluar cuma susunan kartu kalau kita mau memperkenalkannya pada anak kecil yang baru belajar megang kartu…

    inget yah… kerjaan… kerjaan…🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: