RSS

Gaun Pudar dan Pakaian Usang

11 Okt

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University .

Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang
kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di
Cambridge .

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita. 

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan
patah semangat dan pergi.

Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.

Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya,

“Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut.

“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang
yang mereka kenakan dan berteriak,

“Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

 

Standford University

Standford University

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California , di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Pesan Moral :
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. 
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai.
Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu. 

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2008 in internet

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

9 responses to “Gaun Pudar dan Pakaian Usang

  1. Odie

    Oktober 11, 2008 at 7:03 pm

    Yey!!!
    PERTAMAAXXX!!!!!!
    salut bwt odie!!!
    wakakaka
    BTW, bener tuh om, gak boleh nilai kacang dari kulitnya..
    bener om???
    beneerr…

     
  2. sippaganteng

    Oktober 11, 2008 at 7:20 pm

    Oh em jeh gw keduax

     
  3. Isnuyasha

    Oktober 11, 2008 at 7:25 pm

    ibarat siapa yang menanam dialah yang menuai (halaah apa pula ituw maksudnya:mrgreen: )

     
  4. cutemouse

    Oktober 11, 2008 at 9:17 pm

    beeuuh….

    emang bener gitu c,,
    gag harus dari kulitnya,
    tapi susah tu om nile seseorang dg bener2 berpikir positip..

    kapan ya, bisa bnr2 jd orang bijak..

     
  5. wyd

    Oktober 14, 2008 at 9:11 am

    nyurian bilang komen paling berarti tuh nomer 1 dan 5. nih saya kebagian yang ke-5. top!

    gara2 penampilan makanya banyak penjahat berdasi, kan?

     
  6. seseorang

    Oktober 14, 2008 at 8:08 pm

    bisa ajah nih bikin ceritanye…

     
  7. Nufus

    Oktober 15, 2008 at 11:58 am

    sepakat. kita sering menilai orang lain hanya dari fisiknya saja. padahal Tuhan saja menilai manusia dari ketakwaannya(katanya).
    salam kenal ya.

     
  8. Agustian

    November 5, 2008 at 6:41 pm

    kata lain : don’t ever judje a book from its cover

    but cerita ini menurut harvard sendiri tidak benar..
    http://www.harvard.edu/siteguide/faqs/faq19.html

    salam

     
  9. budisan68

    Desember 21, 2008 at 7:50 pm

    wah ini beneran apaya, kaya cerita cinderela
    btw salam kenal

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: