RSS

Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin (MultiLevelBloging)

18 Des

guwe abis baca artikel menarik, katanya sih boleh di sebarin. guwe daped dari milis Jatibening. tapi, pas googling nemun juga si yg narok informasi kaek begini. intinya si guwe pengen masukin ajah di blog guwe. biar orang-orang penyamper blog guwe ngertiin beberapa hal lah…:mrgreen:

MARI KITA BIKIN PETISI UNTUK KESEHATAN PARA PENGHIRUP YANG DIPAXA SENYUM INI.

begimane kalo kite minta PERTAMINA bikinin masker yg di sablon SENYUMAN buat mereka pake. minimal biar ga ke hirup lah bensinnya…

Smile

Smile

Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup.

Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi.

Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Hazrah kazrah!

Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka.

Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker penutup hidung.

Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.

Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 18, 2008 in internet

 

Tag: , , , ,

12 responses to “Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin (MultiLevelBloging)

  1. Odie

    Desember 18, 2008 at 12:38 pm

    Pertamaxxx!!!
    setubuh!!!
    eh, setuju om, emang bahaya tuh, kebanyakan senyum, menghirup gas bensin yang baunya nyengat banget…
    ane dukung om…😀

     
  2. Hai Syifa !

    Desember 18, 2008 at 1:02 pm

    Keduax

     
  3. Nasser

    Desember 18, 2008 at 6:30 pm

    Gw punya pengalaman ga ngenakin di SPBU deket deptan. SPBU ini lo tau sendiri khan, gede dan agak2 gimana gitu, tp pelayanannya menyebalkan. Masa operatornya sms2an sambil ngelayanin konsumen. Padahal disono dah jelas ada stiker klo HP tidak boleh aktif. Gw tegur aja tuh mbak2 operatornya, eh… malah cembetut muke ditekuk asem banget deh.

    Yah positip thinking aja sih gw, mungkin dia dah kerja seharian, kangen ama suaminya ato anaknya ato pacarnya ato mungkin selingkuhannya. Sama2 dalam keadaan capek pulang kerja, jd begitu deh bete2an antara operator SPBU dan gw. Tp teteup… ada aturan maennya khan… hihihihi. Sekali senyum teteup senyum. Klo si operator ga bisa senyum, kenapa ga kita aja yg senyum untuk menghiasi hari2 mereka… halah.

     
  4. nyurian

    Desember 18, 2008 at 8:57 pm

    @Odie, kite bikin petisi ajah minta bikinin masker dengan sablonan senyuman berbagai bentuk buat para petugas pom bensin.

    @Hai Syifa, mampusxxx… bloggingnya dari henpon. pantesan ajah cepet ngapangapain. opera mini nih yeeeeh…
    keliatan lho…

    @Nasser, alaaah, alibi luw aah… bilang ajah mao kenalan, tapi ga ada kesempatan soale mbak mbaknya sibuk ber henpon ria. tapi, guwe tetep dukung gerakan “senyum untuk semuanya”

     
  5. diazhandsome

    Desember 18, 2008 at 9:55 pm

    wah, gak kepikiran sampe situ saya. apalagi pertamina… hehehe…
    gimana neh, kalo mereka gak sehat kan gak bisa kerja maksimal… ntar duit gak lancar… hayo lhoo..

    salam kenal… main balik ya ke http://diazhandsome.wordpress.com

     
  6. thekry™

    Desember 19, 2008 at 1:04 am

    Binun juga ya….satu sisi mereka harus tesenyum lebar…satu sisi mereka harus dibatasi menghirup bau bensin, Dampak kesehatannya belum tahu persis. Belum lagi sift kerja yang terjadwal, betul2 perjuangan untuk memenuhi kebutuhan profesi yang layak di acungin jempol. Pernah lihat yang jaganya perempuan kan? itu lebih salut lagi…pakai acara sift sift an lagi….

     
  7. fachri

    Desember 19, 2008 at 7:24 am

    wah, secara mahasiswa teknik kimia saya suka sama bau bensin, jadi kalo pas isi bensin saya hirup dalam2 bau bensinnya,, Ha..?
    Insya Allah gpp kok, karna selama mereka masih menghirup oksigen (udara segar) juga tidak kan apa2 dg cuma bau bensinnya, Yg berbahaya justru asap kendaraan yg ngantri di pom bensin, itu mengandung gas CO, NOx yg beracun. So, mendingan kendaraan (motor) pelanggan pom bensin aja yg dimatikan saat ngantri, dibanding senyum petugas yg dimatikan,🙂
    Salam kenal…

     
  8. elyas

    Desember 19, 2008 at 12:17 pm

    betul banget nih artikelnya… setuju dengan masker… tapi gw juga setuju kalo pelayanannya itu di tingkatkan…

     
  9. mierz

    Desember 19, 2008 at 3:53 pm

    kasian ya tiap hari ngirup bau bensin..
    mabok nanti kalo teus-terusan ngiesp.wqqq..

     
  10. wyd

    Desember 21, 2008 at 12:39 am

    bau bensin sih masih mendinga. pernah ke pabrik amoniak? selain bau, bikin pusing kelapa, juga kulit gatal2. tapi itu cuma awalnya. lama2 tubuh kita udah kayak amoniak berjalan deh… racun? pasti. masker? bikin ga nyaman kerja. jadi? mendingan kerja di pom bensin kali yeeee

     
  11. Rita

    Desember 21, 2008 at 1:12 am

    Ckckckc saya ikut kaget ma alasan mengapa gak bermasker, alasan yang gak masuk akal, apa iyaa sihh kebijakannya seperti itu?..Sepertinya ini pekerjaan yang agak sulit tpi kalo ada niat, dimulai dari lingkungan terdekat lama2 para bos pom bensin bisa mengerti, Semoga..:D
    aw. nice post.. Saya yang sebulan minimal duax ngisi bensin baru “ngeh” setelah baca ini…

     
  12. juliono

    Desember 22, 2008 at 6:15 am

    wah kasihan abang bensinnya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: