RSS

PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

03 Feb

ceritaanehyangguwedapeddariforwardanemail. bingungbingungdeh!!!

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun

menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario

tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan

pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,

kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya

pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia

pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia

tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak

memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,

bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di

meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan

obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok

garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main

dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat

pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.

Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek

sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,

dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS,

karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU,

seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama

meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah

melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya

bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara,

seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang

ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan

mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia

bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,

Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang

akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka

yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya

bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan

tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada

Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam

sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan

mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung

didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya,

dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat

di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah

kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan

menyapa dengan suara riangnya,

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau

makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus

mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi

itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan

penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak

pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun

!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya

membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih

sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan

anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan

masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit

ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami

kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu

komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha

begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan

membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku

nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati

bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang

bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah

menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya

keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka

password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa

buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung

hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada

Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku

mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2

mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku

memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku

tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika

konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku

tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku

cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa,

meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti

ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang

tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti

pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun

tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik

orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan

kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa

melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia

inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan

tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.

Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa

engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru

berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan

menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.

Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap

hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di

lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan

tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor

untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku

tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan

baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku

karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah

semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi

istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang

perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa

dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak

menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan

mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.

Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2

tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.

Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu

mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah

pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja

dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona

padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku

tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin

memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan

tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam

dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang

diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu

mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan

kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor

dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ?

Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu

menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia

bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah

wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi

sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak

pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat

cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat

memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2

padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi.

Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku

tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar

dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku

selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang

ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak

mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu,

dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang

selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap

berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata

indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang

ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan

memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling

enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai

kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali,

dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran

dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya

tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir

9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu

dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat

keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.

Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti

siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi

aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan,

Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan

dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,

Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi

bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini

masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat

dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario

mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima

membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi

marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang

dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan

memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki

dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.

Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan

mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana.

Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta , 7 Januari 2009 (dedicated to my friend….may you rest in peace…)

aneh khan ceritanya!!!

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 3, 2009 in internet

 

Tag: , , , , , ,

9 responses to “PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

  1. sunarnosahlan

    Februari 3, 2009 at 12:59 pm

    delapan tahun memendam hampa, betapa tersiksanya. Komunikasi keluarga yang teramat kaku

     
  2. uci

    Februari 4, 2009 at 6:52 am

    wew, rumah tangga yang menyedihkan.
    Nice entry, saia link yaaa blognya🙂

     
  3. diazhandsome

    Februari 4, 2009 at 11:56 am

    panjang juga ya postingannya?? hehehe…

    mudahän gw bisa milih cewe yang tepat pas gw kawin… amin~

    (sekalian promosi)
    ada yang mau ama gw?? hehehe

    http://diazhandsome.wordpress.com

     
  4. syaiful

    Februari 9, 2009 at 6:18 pm

    kunjungan perdana dari SMP Nurul Falah Pekanbaru

     
  5. Endah

    Februari 10, 2009 at 1:37 pm

    Ceritanyanya mengharukan. Aku sudah pernah membaca ini sebelumnya.

     
  6. dian

    Februari 10, 2009 at 6:52 pm

    kaga rai, kaga aneh, cuman nama suaminye aneh, mario??? nama ape tuh.temennye luigi?? et dah…

    well aniwei nice story, tapi gw sanksi ada cw kaya rima sekarang, palingan pas bis baca email selingkuh, langsung banting komputer, gugat cere dahh…hehehhehe

     
  7. hana

    Februari 15, 2009 at 10:07 pm

    very nice story but quite sad in the end…

     
  8. yudra

    April 19, 2009 at 10:29 am

    Cerita yang menyentuh, aneh….???? gak juga, sudah seharusnya kita mencintai dan mensyukuri apa yg telah kita miliki…..sebelum akhirnya kita terlambat untuk “memiliki”

     
  9. rampadan

    Juli 31, 2010 at 9:24 pm

    bener2 enak dibaca, haduh, hebat ceritanya. Jd kangdn ma istri.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: