RSS

Ayah

29 Mar

akhirnya guwe nulis lagi deh…
abis, kaeknye nulis status doang di FaceBook kaga puas.😀

My Dad

My Dad

eniwey, pagi ini guwe dimarahin gara2 telat bangun tidur. guwe baru bangun tidur ituh jam 7pagi.

yup, bokap guwe tipikal orang yang tidak menyukai orang yg masih tidur ketika saatnya bangun. jadi ga masalah lw baru tidur jam berapapun, kalo udah subuh yah musti bangun tidur.

aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh….

sebenernya guwe kaga masalah di bagian dimarahinnya ituh. tapi yg jadi suatu hal annoying di kepala guwe adalah “doa” yang di ucapkan oleh bokap guwe.

bokap : “kalian kog bangun tidur telat sekali sih, nanti jauh rejeki loh.”

mungkin banyak para orang tua yang ketika emosi marah meluap luap itu biasa tanpa sadar mengucapakan kata-kata yang “memuaskan” mereka untuk sesaat. namun, kebodohan para orang tua itulah yang cenderung mencelakakaan anak pada saatnya nanti. minimal kata-kata orang tua yang “negatif” itu turut membantu kehancuran kami kami sebagai anak.
tapi, guwe tetep lah hanya seorang anak. dimana dalam ajaran agama guwe (islam) dikatakan bahwa kita harus menuruti dan menghormati orang tua. jangan ampe deh kita selaku anak menjadi anak yg durhaka.

btw, ini ada cerita yg guwe daped dari internet. tentang “emosi sesaat” yang “mencelakakan”.

Melekat Sampai Mati

“Dasar anak nda tahu diri, bodoh….percuma kamu hidup..kurang ajar kau, percuma kau hidup..” Itulah makian yang sering dikatakan oleh seorang ayah kepada anaknya ketika anak itu melakukan kesalahan.

waktu berlalu

” Nda mungkin kau bisa melakukannya, sudah hidup saja udah syukur….dah masuk ke kamar, jangan keluar lagi kau bodat ( semacam kata-kata makian )….itulah yang diucapkan ketika anak itu ingin belajar sepatu roda karena banyak teman-temannya yang memakai sepatu roda…

waktupun berlalu….

Yah semakin berlalunya waktu, semakin ada rasa dendam anak itu kepada ayahnya, dan selalu terlintas di benaknya ” awas lu ye, tunggu gua besar baru gua bisa balas dan lawan elu…dasar bokap …( sengaja disensor karena banyak melintas yang dari ragunan )

Ya waktupun berlalu, sekarang anak itu sudah besar dan tetap membenci ayahnya, tetap terlintas di pikirannya “awas lu ye, tunggu gua besar baru gua bisa balas dan lawan elu…dasar bokap b,s,…z. Tapi itu tetap tinggal di pikirannya saja, karena sekarang ini hidupnya dibatasi dengan ukuran kamar yang kecil dan selalu diberikan obat secara teratur oleh para suster. Setiap ia mengingat kejadian itu maka ia akan berteriak-teriak dan memaki-maki semua orang yang ada disekitarnya….sampai beberapa penjaga akan memegang dia dan seorang suster memberikan suntikan penenang kepadanya.

Ya, ia sekarang berada dirumah sakit jiwa yang konon rumah sakit ini sudah sangat terkenal ke seluruh negeri dalam penanganan menghadapi orang yang terganggu syarafnya.

Pikirannya terguncang karena ia mengucapkan kata yang sama yang kepada anaknya sendiri. Ia berpikir kalau ia saja kuat menerima makian dari ayahnya, maka joan, anaknya yang berusia 6 tahun tentu juga bisa menerimanya.

Peristiwanya hanya karena persoalan sepele, pulang dari kantor ditambah keletihan selama perjalanan pulang dengan KOPAJA, dan ketika ia sampai di rumah, Joan rupanya ingin mengajak ayahnya bermain dengan sembunyi dibalik korden jendela dan mengagetkannya. Namun sang ayah benar-benar terkejut dan spontan keluar kata-kata itu ” Dasar anak nda tahu diri, bodoh….percuma kau hidup..kurang ajar kau, percuma kau hidup..” Joan menjadi terdiam dan menangis terisak-isak sambil keluar dari rumah, malang tak dapat ditolak, ketika Joan berlari sambil menangis, ia terjatuh dan kepalanya terbentur….sempat mengalami koma beberapa hari sebelum menghembuskan nafas terkhirnya. Istrinya meraung histeris akan kematian anak tunggalnya itu, apalagi ketika ia tahu bahwa sebelumnya suaminya memaki Joan. ” Ayah macam apa kau….kembalikan Joan..kembalikan anakku!!!!!….

Sekarang pria itu hanya melamun dan melamun, namun jika ia mulai kambuh lagi, maka ia akan memaki semua orang, Dasar nda tahu diri kau, bodoh….percuma kau hidup..kurang ajar kau, percuma kau hidup..”

Ini kisah nyata sobat, bagaimana perkataan itu mempunyai kuasa dan seringkali kita tidak menyadari jika kita sudah membuat luka hati disekeliling kita karena perkataan kita tersebut….sekedar renungan terutama bagi yang mempunyai pasangan yang mempunyai anak…… dan juga untuk kita semuanya……

saran guwe, mendingan mulai deh membangun keluarga yang kuat dari sedini kecil deh (bagus banged nih buat kelurga muda). dan buat para ayah dan ibu di luar sana yang “masih” semena-mena dengan anak mereka masing-masing. elo sebagai orang tua lebih seneng ditakuti apa di hormati? mohon tanyakan kepada diri anda, apakah perilaku elo selaku orang tua sudah menunjukkan “orang tua” ?

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 29, 2009 in By Me, internet

 

Tag: , , , , , , , , , ,

6 responses to “Ayah

  1. sunarnosahlan

    Maret 30, 2009 at 9:44 am

    doa yang tak sengaja muncul justru karena ulah kita sendiri yang membuat ayah kita uring-uringan, begitu ya bang!

     
  2. yellowtofu

    Maret 30, 2009 at 4:14 pm

    Hmm, dulu, dullluuuuu… papa saya juga suka ceplas-ceplos kalau lagi berkata dan biasanya saya diam saja. Akhir-akhir ini (yah agak lama juga sih bukan akhir-akhir ini tepatnya ha ha) dengan sopan tentunya saya selalu mengingatkan papa kalau bicara-nya terlalu ceplas-ceplos baik ke saya maupun ke siapa saja. Dan sekarang setiap kali bicara-nya udah OOT (out of topic) kami malah ketawa-ketawa sendiri hi hi hi saya jadi makin sayang sama papa saya.

     
  3. seseorang

    April 1, 2009 at 7:18 am

    aneh, sebenernya, kalau ada bapak bisa ‘ringan makian’ gitu…. karena dalam (islam) saja sudah diterangkan explicitly kalau wanita itu yang 9? kali lebih ekspresif dari pria, dan pria itu wajib mempertanggungjawabkan setiap perkataannya (contoh dalam islamnya lagi adalah soal talak2an/perkataan cerai).

    jadi, jika seorang bapak sampai berkata-kata sampah dan memaki-maki anggota keluarganya sendiri yang tidak-tidak, tak peduli ia dalam keadaan stress kantor, tertekan pekerjaan, atau apapun, ya tanya kenapa?? yang jelas ia bukan seorang bapak yang baik….
    *tentu bukan seperti ayah nya Re yang alih-alih mencela anaknya yang kebo, malah mendoakan dan sabar mengingatkan anaknya🙂

     
  4. don

    April 1, 2009 at 2:57 pm

    ditz, setujuh, kok ga nyambung yah.. bokapnya re yang mendoakan, malah cerita soal ortu yang suka salah dalam “mendidik” anaknya..

    think clear bro…

     
  5. risma bayu putra

    April 3, 2009 at 3:48 pm

    DODOL..ITU sih bukan doa yang buruk dodol, emang harus l inget tuh kata2 bokap l dipikiran l..emang kewajiban orang tua memperingatkan anaknya kalau gak bener, itu bokap l sayang bngt sama l dodol, kl liat l sih.. l nya aja gak disiplin, g tau bngt l..dasar emang males sih l..bayangin gimana rejeki gak jauh..l bangun jam 7 brarti l gak sholat subuh kan..orang islam harus sholat subuh dodol dan sholat subuh tuh jam 4.30..bangun jam 7 sholatnya udah sholat dhuha..yah wajar bokap l bilang gt..secara bokap l udah berhasil mengaplikasikan apa yg dia sampaikan..pastinya dia gak ingin anaknya malah lebih buruk..dodol dasar..sebel g baca postingan l yang ini nih..emosi mode ON…

     
  6. UrityArrott

    April 5, 2009 at 3:43 pm

    Great site this nyurian.wordpress.com and I am really pleased to see you have what I am actually looking for here and this this post is exactly what I am interested in. I shall be pleased to become a regular visitor🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: