RSS

Pelajaran dari Seorang Godfather

28 Apr

Senja mulai beranjak petang, Don Corleone (godfather mafia) berjalan berdampingan dengan anaknya, Don Vito berumur 12 tahun menuju sebuah tembok setinggi 3 meter.

Dibawah tembok, Don Corleone berkata, “Vito, panjatlah tembok itu!”

“Temboknya tinggi, Ayah. Susah untuk didaki,” kata Vito sambil memandangi tembok tersebut.

“Kamu bisa Vito. Pasti Bisa!!!!” Don Corleone memberi semangat anaknya.

Segera Vito memanjat tembok itu. Akhirnya Vito mampu mencapai puncak tembok.

“Aku bisa, Ayah. Aku berhasil!!!!” teriak Vito dari puncak tembok.

Dibawah tembok, sang ayah merentangkan tangannya, “Terjunlah Vito, terjunlah dari atas tembok itu!!!”

Si kecil Vito ragu-ragu. Menatap ke bawah, lalu memandang wajah Ayahnya.

“Jangan takut, Vito Ayahmu ada dibawah. Loncatlah Terjunlah!”

Vito tetap bimbang ……

“Ayolah Vito, loncat! terjun!” sang Ayah tetap memberi semangat anaknya.

Lalu tanpa ragu, Vito meloncat terjun dari tembok. Sang Ayahpun segera berlari menghindari sergapan anaknya. Vito meluncur deras. Wajahnya terantuk ubin. Darah segar mengucur. Vito meraung raung.

Segera sang Ayah mendekati Vito. Diangkat tubuh anaknya. Dipandang wajah anaknya yang berlumuran darah. Lalu Don Corleone berujar mantap,

“Vito, inilah pelajaran pertama untukmu. Di dunia kita, jangan sekali-kali kamu percaya kepada siapapun! Termasuk kepada Ayahmu!!!!!”

Itulah nilai organisasi MAFIA.

Nilai dan filosofi organisasi menentukan hitam putihnya organisasi, mempengaruhi perilaku warga organisasi ini – dari pemimpin puncak hingga karyawan strata paling bawah, memberikan tanda pembeda organisasi tersebut dengan lainnya walaupun dibidang yang ditekuni sejenis.

Nah, bagaimana Nilai dan Filosofi Organisasi Anda ????

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in internet

 

Tag: , ,

5 responses to “Pelajaran dari Seorang Godfather

  1. sugiarno

    April 29, 2009 at 12:29 am

    di indonesia tidak jauh berbeda dengan itu. Tapi, di INDONESIA sangat jelas perbedaannya. Silakan lihat INDONESIA -ku.

     
  2. wyd

    April 29, 2009 at 11:58 pm

    kalau bukan marlon brando (salah satu aktor favorit saya soalnya!) dan al pacino, the godfather mungkin ga seutuh novelnya.

    btw… foto yang dipajang di samping itu fotomu? kok beda banget sama foto yang dulu (yang apik kayak orang kantoran…)

     
  3. wyd

    April 30, 2009 at 12:05 am

    kelupaan… robert de niro… wah ga ada dia the godfather jadi lembek!
    banyak banget nilai2 kehidupan dipertontonkan, meski disampaikan dengan cara mafianisme.

     
  4. Rian Xavier

    Mei 2, 2009 at 4:37 pm

    bagus pelajarannya dari GodFather ini. Tapi.. Hmm.. Tega banget ya ayahnya.

     
  5. Dins

    Juni 6, 2009 at 12:39 pm

    Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: