RSS

Tentang Cinta

29 Jan

hati1001 macem yang ngartiin berbagai macam cinta. Baik itu hanya berupa kata sifat, atau di ilustrasikan dengan suatu hal.

Mencari Cinta ibarat kupu – kupu, makin dikejar makin susah ditangkep. Ngga dikejar malahan nyamperin. Mendapat cinta Ibarat mawar, bisa aja dapet wanginya, kadang2 harus terluka karena durinya

Cinta bukan kupu – kupu atau mawar, bukan juga termasuk dalam golongan benda seperti dalam ilmu IPA waktu kita sekolah dulu (padat, cair, gas). Bukan juga sifat. Cinta adalah rasa, tapi bukan yang bisa dirasa dengan indera seperti juga dalam pelajaran SD dulu.

Universal ? Barangkali ini mendekati pas. Tergantung penilaian dan pengertian masing – masing individu. Tergantung waktu dan ruang. Cinta adalah penilaian dari nurani. Yang memberikan kedamaian atau sebaliknya. Yang bisa memaksa otak dan syaraf untuk bekerja di luar kendalinya atau sebaliknya juga.

Ngga pernah bisa ditebak kapan tu cinta dateng, atau kita paksa untuk pergi. Asal muasalnya dari senyuman, berkembang dengan kata – kata indah dan menjadi rasa nyaman. Kemudian bergejolak karena pertentangan dua ego, karena perbedaan prinsip Akibatnya, muncul yang namanya benar dan salah, iya dan tidak. Ngga sedikit yang gagal dalam masalah pertentangan ini, ketika yang satu bilang salah dan yang satu bilang bener. Yang ini iya yang itu engga. Ngga sedikit yang akhirnya harus berjalan masing2, mencari mawar baru atau menunggu kupu2 menghampiri…

Gagal ??? Ngga juga. Justru di situ awal mulanya pembelajaran. Karna di situ banyak muncul pertanyaan yang mesti kita jawab. Banyak sikap yang harus kita ambil untuk menjadi lebh baik, Dan di sini peranan ego, sifat dan prinsip bermain dengan kencang.

Pernikahan, inilah kelanjutan cinta. Tempat di mana semua ego dan sifat jelek harus di kesampingkan. Tempat hawa nafsu dan engeri negatif harus dimatikan. Di sini juga cinta kita di uji, dipertaruhkan di hadapan sang pencipta dan Undang-Undang.

Buah dari cinta dan pernikahan adalah anak, harapan semua umat manusia sebagai mahkluk yang paling sempurna. Sejak tangis pertama dan seiring perkembangannya, seiring pula cinta kita tumbuh dan berkembang menjadi gumpalan salju yang semakin besar. Tidak ada kata tidak untuk anak. Memberi tanpa balas, memaaf tanpa dendam, melepas untuk kebahagiannya.

Sampai akhirnya, kita tutup usia. Dan semoga kita bisa tersenyum, saat kita harus meninggalkan orang – orang yang kita cintai, Saat kita merasa selesai melaksanakan dan mengajarkan arti cinta kepada orang – orang yang kita tinggalkan. Kembali kepada-NYA, yang selalu mencintai.

Sakit, sedih, senang, bahagia, itulah bagian dari cinta. Bagian dari apa yang sudah disisipkan sejak jerit tangis pertama kita pecah. Sebuah pembelajaran dan motivasi untuk bisa merubah sikap, mengerti akan makna memberi tanpa pengharapan. Mengerti akan maaf dan makna kata tulus. Membuat senyuman dan kedamaian untuk orang – orang yang masih dan selalu ada di hati kita. Dan kembali kepada-NYA dengan senyuman pula. Itulah cinta ….

~di sadur dari beberapa sumber~

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2010 in internet

 

Tag: , , , , , ,

4 responses to “Tentang Cinta

  1. sina

    Januari 29, 2010 at 7:25 am

    Cinta itu bisa datang, pergi dan memilih. Tapi yang tdk bisa Cinta lakukan adalah menunggu.. heheheehe..

    NB :
    semoga lekas sembuh😀

     
  2. icha182

    Januari 29, 2010 at 7:37 am

    cinta itu mengkesampingkan semua hal..

     
  3. sunarnosahlan

    Januari 29, 2010 at 11:24 am

    kalaupun harus menunggu cinta pun setia

     
  4. batiknovita.com

    Februari 8, 2010 at 2:12 am

    Cinta adalah karunia Tuhan tertinggi yang diberikan pada manusia.
    Makasih udah share..🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: