RSS

Arsip Tag: kerja

Kegagalan Terbesar dalam Pekerjaan

Failed

Failed

“Sebelas Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan Terbesar dalam Pekerjaan”

1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah
2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian
3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya
4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan
5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain
6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain
7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar
8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh orang lain
9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan
10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar
11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi

  Read the rest of this entry »

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2009 in internet

 

Tag: , , , , ,

Orang Bodoh dan Orang Pintar

PERBEDAANStupid VS Smart

1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang Pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang Pintar untuk membuatnya.

5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Read the rest of this entry »

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 19, 2008 in internet

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kunci Sukses

kemaren guwe sempet ngedenger acara radio, lumayan juga cerita yg guwe denger. guwe sih lupa judul awalnya apa, tapi guwe simpulin ajah dagh kalo ini adalah konci sukses. sukses buat apaan yah?

The Key

The Key

1. Kreatif

2. Nalar

3. CaLisTung (Baca, Tulis, Hitung)

konon katanya ketiga hal di atas akan menentukan sukses atau tidaknya seseorang. setidaknya di dunia kerja. 

kreatifitas paling banyak diperlukan oleh perusahaan / organisasi untuk berkembang. bagaimana caranya agar cara-cara lama / sama tidak menjemukan. bagaimana penemuan baru dilakukan sehingga “BEDA” menjadi suatu ciri khas tersendiri.

nalar merupakan sifat manusia yang jarang sekali dipergunakan di dunia kerja. penalaran atau proses berpikir juga menentukan kedepannya bagaimana perusahaan / organisasi dapat keluar dari berbagai permasalahan yang terjadi.

CaLisTung merupakan kemampuan manusia yang paling sering digunakan oleh pekerja yang hanya mengikuti sistem yang sudah ada. keadaan nyaman mungkin menyebabkan mereka merasa enggan untuk menyalurkan kreatifitas dan pemikiran nalar yang mereka miliki. padahal kemampuan mengingat jangka pendek yang merupakan level lanjutan dari CaLisTung itu hanya di gunakan untuk beberapa saat, dan hanya bagian kecil dari sesuatu yang besar. 

pernah kah anda mendengar ada orang yang mendapatkan promosi karena kemampuan CaLisTung-nya. sangat jarang bukan.

bagaimanakah ini semua bermula?

Read the rest of this entry »

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2008 in By Me

 

Tag: , , , , , , , ,

Wanita Karir dan Pilihannya

Menjadi wanita karir konvensional dalam arti wanita yang bekerja di luar rumah dan meniti karir sampai puncak adalah “mudah.” Asal memiliki kecakapan yang cukup plus kemampuan “lobi” yang baik, tujuan itu akan tercapai. Tetapi menjadi wanita karir “non-konvensional”, yang menjalankan bisnis dari dan berkantor di rumah demi menjaga keseimbangan “ecosistem” keluarga dan pendidikan anak adalah sulit terutama bagi wanita yang punya kecenderungan exibitionist. Tapi mudah bagi kalangan wanita yang lebih mementingkan hasil kolektif dari pada penampakan ego pribadi.

Dalam Islam yang ditekankan bukanlah memamerkan siapa yang berperan paling banyak, tetapi peran maksimal apa yang dapat kita berikan. Bahwa peran kita kemudian diakui atau tidak, tidaklah begitu penting.
http://afatih.wordpress.com/2008/07/30/wanita-karir/

Keluarga dan Kerja

Tulisan di ata guwe dapet dari satu blog. Temen guwe ada yg bertanya ama guwe. “cuy, kalo bini elo wanita karir. sampe sejauh mana elo kasih kebebasan?”. guwe jawab ajah polos “bini guwe mah bakalan guwe ijinin kerja ampe sepuasnya die, tapi kalo ude punya anak ude beda lagi ceritanya. musti anak guwe nomor satu. dan emaknye anak(s) guwe adalah bini guwe. bukannya pengasuh bayi (nanny-red)”. selaen menjelaskan mengenai pendapat guwe akan psikologi paling bagus yang akan terjadi pada anak apabila ibu lebih sering dekat dengan anaknya, guwe juga ngasi komentar soal cerita di luar negeri dimana banyak sekali single mother yang bekerja keras mencari uang bahkan sampai bekerja lebih dari satu pekerjaan hanya untuk mempertahankan anaknya di samping mereka.

temen guwe bertanya kembali, bagaimana kalo bini guwe memegang jabatan yang cukup tinggi seperti dalam EO yang memang sering melakukan perjalanan jauh. bila tiba tiba anaknya mendadak panas pada H-1 sebelom keluar kota, apa yang sebaiknya dilakukan sang ibu? membatalkan EOnya lalu mengurusi anaknya sampai sembuhkah, ataukah menyuruh orang lain seperti suami/pengasuh/nenek untuk mengurusi anak yang sakit. guwe rada mikir nih buat jawab pertanyaan kayak beginian. akhirnya guwe mencoba menjawab dengan mengatakan bahwa semua itu akan mencerminkan Quality dari sang Ibu. pilihan yang akan diambil sang ibu akan menentukan nilai sang ibu.

kalo elo (wanita) disuruh memilih antara mengurusi salah satu anggota keluarga lw (suami/anak) yang mendadak sakit atau mengurusi masalah kerjaan yang nilainya sangat besar bisa sampai profit perusahaan untuk setengah tahun.
which one would you choose?
nyang mana bakalan elo pilih? keluarga to pekerjaaan?

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 30, 2008 in By Me, internet

 

Tag: , , , , ,

Mengasah Kapak

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu!”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. “Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. “Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya.”Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.

Catatan: Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. “Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam? Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 25, 2008 in internet

 

Tag: , , ,

Jam Hidup Manusia Normal

om: jam berapa kamu pulang tadi malam?

re: jam 2an.

om: begini, jam kerja mu itu terlihat kurang menyehatkan. terkecuali kamu melakukan hal spektekuler, gak bagus pulang ke rumah sampai malam sekali. jam kerja manusia normal itu adalah bangun di pagi hari, pergi ke kantor dan pulang di sore hari. kamu khan sudah lulus kuliah, cobalah benahi hidupmu dan mulai menjalani jam hidup manusia normal.

re:…

om: mulai di rubah lah gaya hidup seperti itu. dunia internet dan game online itu bukanlah hal yang harus di jalani terkecuali merupakan hal spektakuler.

re: … …

om: mulailah kerja dengan jam hidup manusia normal. kalo memang niatan usaha, pastikan tidak akan mengganggu jam hidup manusia normal. kita sebagai manusia jangan mau di kalahkan oleh waktu.

re: … … …

om: mulai sekarang, rubahlah hidup mu. benahi lah hidupmu…

re: i…y…a…h…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2008 in By Me

 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: