RSS

Arsip Tag: XiniX

Palmerah – Pondok Gede = 4,5 jam

awalnya aku kira aku hanya bercanda dengan sesumbar mengatakan bahwa “guwe mao jalan ah ke rumah”. aku mengenakan topi yang kekecilan yang kalo dilihat akan seperti idiot berambut panjang, kaos oblong yang sudah mulai lusuh dan basah dengan keringat kecil karena sudah dipakai seharian, celana bahan, kaus kaki dewasa, dengan sendal hotel yang sepertinya tidak layak untuk digunakan berjalan kaki jauh, ditambah tas lumayan berat yang ternyata menyerupai backpack. Pada saat itu ChronoMaster ku menunjukkan waktu 3.30am. sebenarnya aku berniat naik Express dengan menunggu dijalanan. namun, entah kenapa kakiku melangkah saja sesuai dengan perutku mengarah kemana. hampir setiap ojek (orang yg duduk di atas motor dengan mata nanar mencari mangsa di gelapnya langit) mengatakan “ojek mas” dengan maksud menawarkan jasa mengantar aku entah kemanapun tujuan ku. sepanjang jalan banyak sekali orang yang berjualan sayur. maklumlah, namanya juga pasar. Pada saat ChronoMaseter ku menunjukkan waktu 4.00am, aku tiba di slipi bawah (JDC). dari slipi bawah, aku sudah berpikir untuk masuk ke P6 untuk memudahkan pulang supaya tidak jalan. namun, aku tetap saja berjalan tanpa menghiraukan P6 yang sedang menunggu calon penumpang lainnya. ketika melewati BPK, aku hendak melihat ChronoMaster untuk melihat waktu yang muncul. tapi, aku urungkan niatku. aku malah melepas ChoronoMaster dengan maksud tidak mau melihat waktu dulu untuk sementara waktu.badanku mulai terasa berkeringat ketika melewati Pelangi. mungkin karena tanjakan lumayan terasa energi sisa yang masih ada digunakan untuk tetap berjalan. selama perjalanan aku terus menatap jalanan saja. setapak demi setapak. dikepalaku berputar berbagai macam pikiran yang aku sendiri tidak tahu merangkainya. melewati pombensin bright 24, aku melihat ke kanan ada bangunan yang pada lantai teratasnya ada BLITZ, kalau tidak salah bangunan itu disebut Gedung Jamsostek. sesaat aku teringat dengan perkataan ku terdahulu mengenai “XiniX bakal punya kantor disini niy”. tidak berapa lama setelah melewati daerah itu, air mata mulai membasahi mataku. aku sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu. semakin lama semakin terisak-isak saja perasaan ku. ketika tiba di perempatan kuningan, aku bingung hendak lewat fly over atau lewat bawahnya saja. namun akal sehatku memilih untuk berjalan pada jalanan yang tidak menanjak. ketika tiba di perempatan pancoran pun aku memilih jalan yang tidak menanjak. sampai melewati rumahsakit tebet pun aku masih menitikkan air mata, terisak, sesungukan. dan aku membiarkan perasaanku ini berkembang dengan kreatif yang entah bermuara kemana. pipiku basah, seluruh tubuhku kuyub dengan keringat yang aromanya mungkin sudah bisa mengusir beberapa orang yang anti bau. namun aku tetap berjalan sesuai dengan arah perutku mengarah. ketika hampir melewati UKI, aku berpikir untuk jalan pulang yang hendak aku pilih. apakah lewat Kalimalang? Halim, atau KramatJati. dikarenakan aku tidak mau melewati daerah sepi, maka aku memilih melewati pasar tradisional yang ramai akan hingar bingar kegiatan jual beli. untung saja ketika mulai mendekati pasar itu air mataku tidak terlalu banyak yang mengalir. tapi, keringat kuyubku pasti terlihat sekali mengalir deras ditubuhku ini. ketika mendekati daerah Garuda, aku menatap langit sudah mulai memutih. terbitnya terang mulai membuat ku berpikir kembali “aduh, mau jalan terus niy, khan di garuda ada KR.” namun, aku urungkan niat itu, karena selain tidak mau terkungkung di dalam kotak, aroma ku tidak mungkin bisa di tolerir oleh penumpang lainnya. akhirnya aku memilih tetap berjalan walaupun jalanan sudah terang dengan matahari yang telah bangun dari peradauannya. aku belok kiri untuk melewati Pasar Pondok Gede saja untuk memuaskan diriku melihat keramaian pasar lagi. walaupon ketika melewati pasar ternyata sudah sepi karena hari sudah terang sekali. ketika diriku melewati Warnet Premiere di daerah kandang ayam, jalanku sempat terhenti sejenak. aku berkeinginan menyenangkan diriku dengan bermain DOTA yang memang merupakan salah satu wahana menyenangkan hatiku dikala perasaan galau menghinggapiku. namun karena keringat basah kuyub yang memang banyak sekali dan takut menimbulkan perasaan tidak nyaman kepada pengguna warnet lainnya, akhirnya aku urungkan niatku. ketika akhirnya aki tiba di depan komplek ku, masih ada aja ojek yang menawarkan jasanya kepadaku. aku hanya tersenyum memaksa dengan bergumam dalam hati “naek ojeknya dari tadi kalee yeeee”. satpam komplek ku pun melihat diriku bertanya dengan keheranan “busyet man, abis nanjak luh. keringetan amat…” aku hanya tertawa. ketika tiba dirumah ChronoMaster ku menunjukkan jarum pendeknya melewati angka 7 sedikit, dengan jarum panjangnya berada di daerah angka 6an. aku lelah bersedih sepanjang jalan. aku ingin mandi, aku ingin tidur, aku ingin istirahat, aku ingin beribadah. aku kangen pada ALLAH SWT.

subhanallah walhamdulillah walaailaaha ilallah allahu akbar la haula wala quwatta illa billahil ‘aliyil ‘azim

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2008 in By Me

 

Tag: , , , ,

Jam Hidup Manusia Normal

om: jam berapa kamu pulang tadi malam?

re: jam 2an.

om: begini, jam kerja mu itu terlihat kurang menyehatkan. terkecuali kamu melakukan hal spektekuler, gak bagus pulang ke rumah sampai malam sekali. jam kerja manusia normal itu adalah bangun di pagi hari, pergi ke kantor dan pulang di sore hari. kamu khan sudah lulus kuliah, cobalah benahi hidupmu dan mulai menjalani jam hidup manusia normal.

re:…

om: mulai di rubah lah gaya hidup seperti itu. dunia internet dan game online itu bukanlah hal yang harus di jalani terkecuali merupakan hal spektakuler.

re: … …

om: mulailah kerja dengan jam hidup manusia normal. kalo memang niatan usaha, pastikan tidak akan mengganggu jam hidup manusia normal. kita sebagai manusia jangan mau di kalahkan oleh waktu.

re: … … …

om: mulai sekarang, rubahlah hidup mu. benahi lah hidupmu…

re: i…y…a…h…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2008 in By Me

 

Tag: , , ,

PENDIDIKAN FORMAL SELESAI

TK 1, 5 tahun.
SD 6 tahun.
SMP 3 tahun.
SMA 3 tahun.
S1 4,5 tahun.
S2 1,5 tahun.

19,5 tahun melalui belajar formal. mendapatkan pengetahuan. mendapatkan teman. mendapatkan pencerahan.

setelah semua ini, apa yang terjadi?

skill = seadanya.
IPK = seadanya.

setelah ini, ngapain?

berusaha memiliki perusahaan sendiri bersama sahabat di s1. meskipun banyak yag menawarkan untuk bekerja menggunakan ijazah teakhir. Namun, XiniX menjadi pilihan yang di ambil. orang tua kurang mendukung kegiatan enterpreuner yang dilakukan bersama-sama. lebih mengharapkan sendirian saja. namun, keputusan untuk berkecimpung di XiniX telah ditetapkan ke dalam jiwa dengan menggunakan tameng telah mengikuti pemaksaan pendidikan yang bermanfaat selama 19,5 tahun.

sekarang, pendidikan informal akan didapatkan lebih banyak lagi. entah itu kelanjutan yang didapatkan bersamaan dengan pendidikan formal, ataupun merupakan menu pembelajaran yag baru.

what should i do ?

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 6, 2008 in By Me

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: